Pada malam hari itu, hanya gue yang masih terbangun di rumah 6 sendiri. Dengan mendengar radio sambil melihat jendela harap gue kegiatan api unggun itu akan terjadi..
Tetapi apalah daya disana gue cuma bisa melihat rintik rintik hujan dingin dan suara derasnya air sungai yang membuat kawan-kawan gue tidur terlelap.
Alhasil hari senin tiba air sungai yang keruh berubah menjadi sangat jernih yang membuat gue tak bosan bosan melihatnya, mungkin hanya itu obat pengganti kesepiannya dari kegiatan jambore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar